Catatan Dorlan

Manusia, Teknologi dan Kesepian

leave a comment »

Hai hai…kali ini kita mau melanjutkan postingan sebelumnya yaitu: Funktionide: Bantal Penangkal Kesepian.  

Berikut sedikit cuplikan tentang postingan tersebut.


Stefan Ulrich said:

Orang-orang menyembunyikan dirinya dalam kepemilikan harta benda dan melindungi diri sendiri dari kehidupan nyata dengan teknologi. Jadi jika robot dan benda dapat memenuhi semua kebutuhan emosional mereka sebaik mungkin, jadi mengapa mereka membutuhkan manusia lainnya?


Then, I was wondering:

Mungkinkah apa yang dikatakan oleh Stefan Ulrich itu bisa terjadi? Apakah kebutuhan untuk berinteraksi dengan manusia bisa digantikan oleh benda seperti robot?


Nah ada lagi kutipan yang baru ditemukan tentang bantal Funktionide:

One of those future products is the so called “Funktionide“. It is an amorph object whose intention is to provide the owner with an atmosphere of presence thus counteracting the feeling of loneliness. In the visions future people are lonely and with all the new dimensions products offer, humans will eventually turn to “robots” for emotional satisfaction.1


Intinya begini:

Dimasa depan, orang-orang akan mengalami kesepian dan dengan semua produk teknologi yang ditawarkan, manusia pada akhirnya akan beralih kepada robot untuk memenuhi kebutuhan emosi mereka.

Uw…prediksi yang menyayat hati.


Mari kita mulai…

Pertama-tama, mari kita lihat siapa saja yang bisa mengalami kesepian. Orang-orang yang mengalami kesepian biasanya adalah: para manula, mereka yang baru kehilangan seseorang yang dikasihinya, mereka yang berada di tempat yang jauh dari keramaian-seperti diisolasi-, bisa juga  terjadi pada mereka yang punya kesulitan dalam membangun relationship, yang pedih adalah mereka yang berada di komunitas yang serba aktif hingar bingar tetapi merasa kesepian, dan sebagainya lah ya.


Lalu, apa yang menjadi penyebab munculnya kesepian? Sayangnya saya tidak sempat untuk mensurvey orang-orang di sekitar saya, jadi kita lihat langsung teori dari Pak Abraham Maslow. Dia pernah membuat teori mengenai hirarki kebutuhan manusia, dimana kebutuhan akan kasih sayang dan memiliki itu ada di dalamnya. See below:


Lack of interactions, human relationships and the sense of belonging may result in depression or loneliness while an abundance of love and community often sustain people through difficult times (Maslow 1987, p. 20-21). 2


Hmm… lack of interactions, human relationships and the sense of belonging…kesepian bisa terjadi jika manusia yang makhluk sosial mengalami minimnya interaksi, hubungan dan merasa dimiliki, sedangkan kelimpahan akan kasih sayang dan komunitas akan menopang kita untuk melalui masa-masa sukar. Oke, setuju deh Pak Abraham, saya ngerti.


Dan saya menemukan hasil survey yang kurang sedap dibaca mengenai situs jejaring sosial:

Survey itu menunjukkan, 50% orang berpendapat situs jejaring sosial tidak berpengaruh terhadap kualitas hubungan sosial mereka; sebanyak 27% mengatakan situs semacam itu punya pengaruh positif; dan 16% merasakan dampak negatif. Dampak negatif disebabkan karena komunikasi virtual membuat orang tidak melakukan tatap muka.3


Ada juga yang berpendapat seperti ini:

Jejaring sosial yang digunakan untuk mencari pertemanan yang banyak tetapi justru menimbulkan efek kesepian ketika kita mengetahui hasil studi ini. Mereka yang aktif di jejaring sosial kadang terlalu berlebihan hingga kurang memiliki teman ataupun malah kurang bergaul di lingkungannnya sendiri. Sebuah survey menemukan fakta bahwa orang yang punya berbagai cara komunikasi lewat sarana teknologi biasanya akan cenderung kesepian.Kesepian akan komunikasi langsung,mereka cenderung menggunakan komunikasi tidak langsung yaitu melalu perangkat gadget atau situs jejaring sosial. 4


Manusia yang sebagai makhluk sosial senang bersosialisasi baik di dunia nyata dan dunia maya. Let see. Apakah situs jejaring sosial bermanfaat? Ya, in case to connecting us with other people, ya itu berguna banget. Teman-teman lama, orang-orang baru di satu atap gedung, kemudian untuk mendapatkan informasi terbaru, bisa juga sekedar tahu kabar mereka semua yang masuk dalam friend list. Yang pasti sih kita bisa dapat kabar terupdate tentang mereka,tetapi kalau untuk menemukan teman baru yang you know me so well, itu butuh waktu dan kesempatan-kesempatan di luar dunia maya. Sedangkan teman-teman baru di dunia maya, say it, yang menjadi teman dengan menekan tombol confirm, yang kita sekedar tahu dia, yah paling-paling akan mengkomeni atau membaca status kita. And somehow, this could happen: I know you, you know me, but we even don’t say hi when we meet. Hmm…if we expect them for having a quality relationship with us, sepertinya sulit nih kawan. Seems that social network has limitation to fulfill our basic need, coz it doesn’t allow us to have a good interaction, relationship and sense of belonging.


As a social human being, we only need to be social human, where we interact with other human in the real world. So why we spend much time with entertaining things and ignore people around us. So why we try to figure out our basic need through things and things? Technology attracts us, it entertains and makes our life easier but it couldn’t replace our basic need of love and affection.


Oke deh, jika kesepian itu terjadi, mungkin clue pertama yang perlu dilakukan:

1) Anggap itu sebuah tanda bahwa kita sebagai manusia wajar mengalami hal tersebut.

2) Kesepian adalah indikasi kurangnya interaksi, jadi segeralah cari teman dekatmu yang bisa diajak untuk bertukar pikiran or hang out bareng.

3) Kalau memang belum punya komunitas di mana kita punya minat atau cara berpikir yang sama yang bisa bertumbuh bareng-bareng, ya harus mencari dan menemukannya.


Atau jika tidak semudah ini konsep untuk menghilangkan kesepian maka teknologi bantal Funktionide hanya akan menjadi pelampiasan sementara sedangkan esensi dari masalahnya tidak terpecahkan. This is only a temporary solution. Tidak kena sasaran tuh Pak. Jika membayangkan teknologi ini yang rencananya juga akan memenuhi kebutuhan sosial plus emosi manusia, menjadi seperti apakah dunia ini kelak. Apakah teknologi mampu mengedukasi manusia untuk selalu berinteraksi dengan benda dan merasa puas dengan kehidupan seperti ini? Jawabanya ada pada respon kita sebagai pengguna teknologi. And sorry to say, saya tidak setuju dengan tujuan pembuatan bantal hebat ini. Manusia diciptakan untuk bersosialisasi dengan manusia bukan mengalihkannya kepada benda dan melupakan manusia di sekitarnya.  


Could we replace love and sense of belonging that we get from person with things we call robot? If it yes, well no wonder if someday there will be marriage vow between human and robot. Selamet deh ya…..  Who want to be the first?

***

____________________________

References:

1 http://www.dezeen.com/2009/10/05/funktionide-by-stefan-ulrich/ 

http://www.pursuit-of-happiness.org/history-of-happiness/abraham-maslow/

http://lyric13.wordpress.com/2011/08/02/punya-twitter-facebook-google-tapi-kesepian/

4 http://wajibbaca.com/teknologi/internet/2551-jejaring-sosial-justru-membuat-kesepian.html



Iklan

Written by dorlantampubolon

Desember 10, 2011 pada 8:54 am

Ditulis dalam Human, Opini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: